Sabtu, 10 Oktober 2015

Benalu Rindu / Rindu Benalu (?)




Datang tak di undang, melepasnya malah sulit. Apa yang harus dilakukan jika sudah begini? Rasanya tidak ada yang bisa dilakukan. Mengingat rindu ini sudah terlalu jauh berjarak, sudah berwaktu terlalu lama. Si rindu pun sudah berubah drastis selepas terakhir bercengkrama bersama.

Terbesit fikiran dan hal aneh lain, dari bisa bertemu lepas rindu, sampai menebak nebak misteri masa depan yang belum waktunya terkuak. Rindu yang hanya sekali datang dan mudah hilang bukan merupakan rindu yang patut ditulis dalam lingkup seperti ini. Namun ini?

Apakah karena sudah terlalu lama? Rasanya masih ada yang lebih lama. Apakah karena jarak hubungan yang sudah terlalu jauh? Masih banyak yang lebih jauh. Yang paling berkesan dan banyak memberi pelajaran? Mungkin ini jawabannya.

Jika alasannya sudah ditemui, kembali kepada pertanyaan awal, apakah yang harus dilakukan? Semua terasa sangat sulit untuk memulai, mengingat perjalanan masing masing sudah terlampau berbeda arah dan semakin menjauh, meski masih saling pantau (kadang) (mungkin).


Kenapa harus saat ini, dalam jangka waktu beberapa ini? Apakah rindu itu suatu firasat? Firasat entah suatu saat membuat anggukan kepala tanda mengiyakan dan “oh”. Atau, hanya benalu dalam kisah pilu kehidupan masa lalu, terbawa rindu?